Kamis, 10 April 2014

Cara mengisi waktu luang siswa secara efektif

Sebagai siswa kita sangat senang apabila kita mendapat waktu luang, baik itu libur atau bebas dikelas, hal itu bagaikan sebuah "HADIAH" yang sangat spesial di berikan oleh para guru kita, tetapi apakah kita pernah sadar, dan memakai waktu luang kita dengan baik? kebanyakan dari kita hanya tidur, bermalas-malasan, main, dan lainnya.
Saat saya searching kebetulan saya menemukan artikel yang bagus yaitu mengisi cara mengisi waktu luang siswa, dan kebetulan artikel itu memang pas buat kita sebagai siswa, berikut adalah hal untuk mengisi waktu luang kita :

1. Istirahat yang Cukup

Sepulang sekolah sebaiknya seorang siswa sekolah mengistirahatkan dirinya dengan tidur siang.  Tidur dua atau tiga jam sudah lebih dari cukup untuk mengembalikan stamina dan konsentrasi untuk melanjutkan aktivitas hingga malam hari.  Jika tidak tidur siang, maka seseorang bisa terkena serangan kantuk di malam hari sebelum waktu tidur tiba serta memiliki daya konsentrasi yang kurang maksimal.

2. Mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah)

Sekolah memang biasanya memberikan berbagai tugas tambahan kepada para siswa agar para siswa pelajar mau belajar di rumah.  PR biasanya bertujuan agar seorang murid sekolah mau mengingat pelajaran yang telah diberikan oleh Bapak Ibu gurunya maupun sekedar mempersiapkan para murid dalam menghadapi materi pelajaran berikutnya.  Namun terkadang PR yang diberikan terlalu banyak sehingga menyita waktu, tenaga, dan pikiran dari seorang murid.  Jika waktu telah banyak tersita untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah, maka agenda kegiatan lainnya pun terbengkalai termasuk kegiatan bercengkrama dengan keluarga.

3. Mempelajari Keahlian Baru

Setiap siswa tidak boleh lengah karena terlalu mengandalkan materi pendidikan dari sekolah untuk dijadikan bekal masa depannya.  Padahal materi pelajaran yang diberikan sekolah hanya bersifat pengetahuan dasar dan umum sehingga kurang begitu digunakan dalam dunia kerja yang sebenarnya.  Untuk itulah para siswa dituntut untuk dapat menguasai berbagai keahlian dan keterampilan yang dapat dijadikan modal dasar untuk bekerja di perusahaan maupun untuk berwirausaha membangun bisnis sendiri.  Sekolah lebih banyak mengedepankan teori, kecuali smk yang agak seimbang antara teori dengan praktek.

Contoh keahlian yang perlu dikejar oleh para pemuda dan pemudi adalah seperti agama, komputer, kedokteran, obat-obatan herbal, hukum, manajemen bisnis, pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, pertambangan, otomotif, mesin, robotik, internet, jasa konsultan, tata boga, tata busana, bangunan, dan lain sebagainya.  Berbagai keahlian yang diremehkan pun juga patut dipelajari karena sifatnya yang dibutuhkan terus-menerus seperti tukang sol sepatu, tukang service barang elektronik, tukang cuci, tukang masak, tukang batu, dan lain sebagainya.  Keahlian dasar sangat berguna saat kondisi darurat dan juga apabila dikelola dengan baik bisa menjadi suatu usaha yang kuat dan besar.

5. Bersosialisasi

Setiap siswa pelajar harus dapat bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat di lingkungan sekitarnya.  Perlu adanya suatu wadah bagi generasi muda untuk bisa eksis di tengah masyarakat yang rata-rata telah berusia dewasa.  Dengan demikian para siswa pelajar dapat dapat ikut terlibat langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti kepengurusan rt rw, kegiatan sosial, kegiatan kepemudaan, kegiatan usaha bersama, kegiatan kerja bakti, kegiatan gotong royong, kegiatan pemberdayaan masyarakat, kegiatan pendidikan pelatihan, kegiatan keagamaan, kegiatan perayaan / peringatan hari tertentu, dan lain sebagainya.  Jika para abg (generasi muda) maunya selalu dianggap sebagai anak-anak yang tidak bersedia diikut sertakan dalam kegiatan kemasyarakatan, maka jangan heran jika nanti dewasa bisa menjadi pribadi-pribadi individualis yang enggan untuk bergabung dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dengan orang-orang yang lebih tua.

6. Membantu Keluarga

Anak yang baik adalah anak yang berbakti kepada orangtuanya.  Setiap anak harus menuruti perintah orangtuanya kecuali yang bertentangan dengan ajaran agama.  Apabila orangtua mengalami kesulitan, maka sudah seharusnya seorang anak membantu semampunya untuk membantu meringankan beban orangtuanya.  Jika orangtua lemah secara ekonomi, maka anak harus berupaya mencari penghasilan tambahan di luar jam sekolah dengan cara-cara yang baik dan bersifat mendidik.  Jika orangtua membutuhkan tenaga anak dalam mencari nafkah, maka bantulah orangtua semampunya.  Bagi keluarga tidak mampu, salah satu tujuan menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah adalah agar kelak dewasa nanti bisa membantu perekonomian keluarga.  Jika anak bisa sukses berwirausaha bersama dengan teman-temannya, maka sekolah pun dapat dilaksanakan lebih baik karena tidak lagi memiki pikiran-pikiran tentang keadaan sulitnya lagi.  Akan tetapi bagi anak-anak tertentu mungkin sukses berwirausaha malah merusak sekolahnya akibat tidak mampu membagi waktu dan pikiran.

masih banyak hal lagi, tetapi setidaknya dengan melakukan di point ke 2, 5, dan 6 itu sudah cukup efektif bagi kita agar tetap nyaman dalam sekolah kita, bahkan tidak sampai merasa "terbebani" dalam sekolah..

sekian dahulu post dari saya.. Trimakasih



Sumber

0 komentar:

Posting Komentar